Informasi Seputar Pendidikan Sekolah Dasar

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Setelah upacara pengibaran bendera merah putih, para murid UPT SPF SDN Timbuseng II menantikan dengan penuh harap di lapangan sekolah pengum...

Setelah upacara pengibaran bendera merah putih, para murid UPT SPF SDN Timbuseng II menantikan dengan penuh harap di lapangan sekolah pengumuman lomba baca puisi dalam rangka hari guru nasional yang diselenggarakan secara virtual oleh panitia pelaksana. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari dari tanggal 24 hingga tanggal 28 November 2025.


Sedikitnya 40 siswa terlibat dalam persaingan menampilkan puisi terbaiknya untuk para guru-guru mereka. Namun diantara mereka, hanya ada 5 murid yang keluar sebagai pemenang, peraih skor tertinggi berdasarkan hasil penjurian dewan juri.

Suldiana, S.Pd., M.Pd, selaku kepala sekolah sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini. Beliau juga berharap agar para murid senantiasa mengikuti kegiatan-kegiatan seperti ini, baik yang dilakukan dalam lingkup sekolah maupun kegiatan-kegiatan lomba di luar sekolah. "Kegiatan seperti ini akan menumbuhkan rasa percaya diri pada murid-murid, menumbuhkan jiwa seni, dan sportifitas" imbuhnya pada saat membawakan sambutan serah terima hadiah. 

Adapun daftar nama murid-murid yang menjadi pemenang lomba baca puisi:
  1.  M. Adnan Zafran Kelas 4a, dengan skor nilai 512, memperoleh hadiah berupa uang tunai senilai Rp. 100.000,-.
  2. Sri Ekha Afriyani kelas 2a, dengan skor nilai 480, memperoleh hadiah berupa uang tunai senilai Rp. 75.000,-.
  3. Ahmad Jibril Annur kelas 4a, dengan skor nilai 480, memperoleh hadiah uang tunai senilai Rp  75.000,-
  4. Fitrah Ramadhan Al Gani kelas 4b, dengan skor nilai 475, memperoleh uang tunai senilai Rp. 50.000,-.
  5.  Ahmad Albiansyah kelas 4b, dengan skor nilai 475, memperoleh uang tunai senilai Rp. 50.000,-.
Selamat bagi para pemenang lomba, 
Ukirlah prestasi kalian sejak dini, dan 
Raihlah mimpimu berawal dari menjadi anak Indonesia hebat.( HS.02/12/25)

Orang tua mungkin agak kesulitan menjelaskan bahaya dari virus corona Covid-19 kepada anak-anaknya. Terlebih, jika anaknya berta...

Orang tua mungkin agak kesulitan menjelaskan bahaya dari virus corona Covid-19 kepada anak-anaknya. Terlebih, jika anaknya bertanya hal dasar tentang virus tersebut.

Dr. Rose Mini Agus Salim (Psikolog Universitas Indonesia), mengatakan bahwa cara memberitahu tentang virus Corona Covid-19 dan penyebabnya kepada anak-anak sama seperti memberitahu kepada orang dewasa. 

Orang tua tentunya dapat menyesuaikan pendekatannya sesuai dengan tahapan usia anak. Untuk anak balita atau batita, informasi tentang Covid-19 dapat disampaikan dengan menggunakan boneka atau video lucu.

"Atau sesuatu seperti virus yang kalau kita dekati itu bisa berbahaya," katanya.

Untuk anak yang sudah lebih besar, Rose menganjurkan orang tua melakukan diskusi. Temanya dapat disesuaikan dengan level pengetahuan anak soal Covid-19.
"Apa yang perlu didiskusikan? Tanyakan dulu ke anak apa yang mereka ketahui tentang Covid-19," ujarnya.

Selain itu, orang tua perlu memberi tahu kepada anak tentang alasan yang mengharuskan mereka untuk tidak pergi ke sekolah lebih lama lagi. Dengan begitu, tidak timbul rasa penasaran dan juga kecemasan.

Di sisi lain, Rose mengingatkan agar ayah dan bunda mengendalikan kecemasannya terhadap wabah Covid-19. Dia mengatakan, anak akan mudah cemas, terutama jika orang tuanya juga menunjukkan tanda-tanda kecemasan.

"Masalahnya karena cemas itu sangat mudah untuk ditularkan. Artinya, orang tua yang cemas akan membuat anaknya jadi cemas," katanya.

Oleh karena itu, Rose mengatakan, orang tua sebaiknya tidak memberi informasi bahwa orang yang terjangkit penyakit Covid-19 itu pasti akan meninggal. Hal tersebut, menurut dia, tidak layak untuk diberitahukan kepada anak.

Menurut Rose, orang tua perlu memahami informasi utuh tentang Covid-19 bahwa penderitanya rata-rata mengalami gejala ringan. Orang yang terinfeksi virus corona tipe baru itu dapat sembuh.

"Tegaskan pula bahwa orang yang terkena virus sudah ada buktinya yang sembuh," katanya.