Informasi Seputar Pendidikan Sekolah Dasar

Ada banyak cerita selama wabah covid-19 melanda dunia. Hampir semua kalangan dan lapisan masyarakat merasyakan dampaknya. Begitu...

Suka Dukanya Mengajar Online Akibat Pandemik Covid-19

Ada banyak cerita selama wabah covid-19 melanda dunia. Hampir semua kalangan dan lapisan masyarakat merasyakan dampaknya. Begitu pula dengan mereka yang berprofesi guru. Jadi guru BDR (bekerja dari rumah) dimasa libur sekolah akibat pandemik Covid-19 memang beda. Jika biasanya pagi-pagi sudah disambut tawa ceria anak-anak, kini tak ada lagi. Juga tak terdengar lagi celotehan khas mereka. Proses belajar mengajar yang dilakukan melalui sistem online alias daring (dalam jaringan) terasa kaku. Serba teknikal. Sepi dari sisi humanisme.

Jujur harus diakui, tidak semua guru—tentu juga sekolah—siap dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) sistem online. Pagebluk Covid-19 yang tiba-tiba harus mengganti KBM konvensional membuat banyak pihak gagap. Sebab KBM online membutuhkan penguasaan sarana pembelajaran berbasis IT (Information Technology). Sesuatu yang baru bagi mayoritas sekolah dan guru—meski bagi sebagian yang lain hal itu tidak masalah. Mereka yang di kota sudah familiar dengan IT dalam KBM. Karena itu sebagian guru, termasuk saya, harus belajar lagi. Aplikasi-aplikasi yang bisa mendukung KBM online seperti Google Classroom harus cepat dikuasai.

Harus cepat belajar cara membuat soal, membuat materi, dan menilai tugas dari aplikasi tersebut atau aplikasi KBM online lain. Guru harus benar-benar melek IT seperti tulisan Ria Pusvita Sari, guru SD Muhammadiyah Manyar Gresik (SDMM).
Tapi tantangannya tidak hanya pada guru. Kekuatan KBM online juga belum banyak mendapat respon siswa, meskipun secara IT mereka lebih familiar dari guru. Dengan smartphone, mereka sudah akrab. Maka game atau kuis online yang diberikan guru dalam KBM jarak jauh tentu tak akan membuat mereka gagap. Hanya saja—berbeda dengan KBM di ruang nyata—KBM online sering direspon secara selow. Ketika saya memberi tugas online, sering tidak atau lama mendapat respon siswa. Kadang cuma dilihat tanpa ada laporannya. Tapi itulah salah satu dinamika yang ada. Guru harus belajar lebih sabar dalam menunggu jawaban siswa. Belum lagi jika tugas yang diberikan dikerjakan di buku tugas lalu difoto dan dikirimkan melalui pesan Whatsapp. Guru harus belajar memahami tulisan siswa dan mengerti apa maksudnya. Itu suka duka jadi guru online.

BDR bukan berarti semua serba enak. Salah satu dampaknya, guru tak bisa berinteraksi secara sosial dengan siswa. Bagi guru, itu sesuatu, seperti yang saya alami. Saya seperti kehilangan separuh nafas. Karena tingkah laku, senyum sapa, canda tawa, bahkan ‘kenakalan’ siswa yang menguji kesabaran dan ketelatenan, sudah menjadi bagian hidup saya. Kini semua itu tiba-tiba lenyap. Digantikan Google Classroom, Quizizz, Kahoot, dan sebagainya. Senyum dan suara mereka paling banter kini hanya bisa dilakukan dengan video call. Tapi, sekali lagi beda jika kita bertemu langsung.

KBM daring memang bisa dilakukan secara mudah dan cepat. Tapi semua ini membuat saya benar-benar rindu sekolah, rindu mereka, rindu para siswa. Selama ini sekolah seakan rumah kedua bagi guru dan siswa. Tapi kini meja dan kursinya terlihat hampa. Papan tulis pun tak lagi penuh coretan ilmu.

Saya bayangkan, siswa pun pasti merindukan bermain bersama teman-temannya. Bercanda ketika piket kelas atau saling berjanji untuk bermain setelah sekolah. Ternyata banyak hal yang tidak bisa digantikan oleh KBM online. 
Lucunya, KBM online juga berdampak pada sisi finansial. Banyak siswa yang uang sakunya berkurang. Juga guru yang harus siap sedia dengan paket data—yang kadang tidak selalu bisa dipenuhi oleh guru di desa seperti saya ini.
KBM online memang membutuhkan kesiapan guru, siswa, dan orangtua. Terutama bagi sekolah-sekolah di desa. KBM online yang sebelumnya tak pernah dilakukan—berbeda dengan sekolah maju di kota—terpaksa harus dilakukan dengan tertatih-tatih. Tapi di situ ada hikmah. Allah menciptakan Virus Corona ternyata bisa memaksa guru, siswa, dan orangtua melek IT. Bagi sekolah atau guru di desa ini tantangan untuk berubah jadi sekolah berkemajuan.

Yang perlu juga dicatat adalah para guru ‘senior’. Mereka sangat asing dengan KBM online. Semoga Covid-19 ini menyadarkan mereka untuk bangkit menguasai IT.
KBM online juga memaksa orangtua menjadi guru dadakan yang penuh curhatan dari beberapa orangtua murid. Ini semua merupakan hikmah yang bisa kita ambil.
Semoga wabah Covid-19 segera berlalu!

0 coment�rios:

Orang tua mungkin agak kesulitan menjelaskan bahaya dari virus corona Covid-19 kepada anak-anaknya. Terlebih, jika anaknya berta...

Menjelaskan Corona Covid-19 kepada Anak

Orang tua mungkin agak kesulitan menjelaskan bahaya dari virus corona Covid-19 kepada anak-anaknya. Terlebih, jika anaknya bertanya hal dasar tentang virus tersebut.

Dr. Rose Mini Agus Salim (Psikolog Universitas Indonesia), mengatakan bahwa cara memberitahu tentang virus Corona Covid-19 dan penyebabnya kepada anak-anak sama seperti memberitahu kepada orang dewasa. 

Orang tua tentunya dapat menyesuaikan pendekatannya sesuai dengan tahapan usia anak. Untuk anak balita atau batita, informasi tentang Covid-19 dapat disampaikan dengan menggunakan boneka atau video lucu.

"Atau sesuatu seperti virus yang kalau kita dekati itu bisa berbahaya," katanya.

Untuk anak yang sudah lebih besar, Rose menganjurkan orang tua melakukan diskusi. Temanya dapat disesuaikan dengan level pengetahuan anak soal Covid-19.
"Apa yang perlu didiskusikan? Tanyakan dulu ke anak apa yang mereka ketahui tentang Covid-19," ujarnya.

Selain itu, orang tua perlu memberi tahu kepada anak tentang alasan yang mengharuskan mereka untuk tidak pergi ke sekolah lebih lama lagi. Dengan begitu, tidak timbul rasa penasaran dan juga kecemasan.

Di sisi lain, Rose mengingatkan agar ayah dan bunda mengendalikan kecemasannya terhadap wabah Covid-19. Dia mengatakan, anak akan mudah cemas, terutama jika orang tuanya juga menunjukkan tanda-tanda kecemasan.

"Masalahnya karena cemas itu sangat mudah untuk ditularkan. Artinya, orang tua yang cemas akan membuat anaknya jadi cemas," katanya.

Oleh karena itu, Rose mengatakan, orang tua sebaiknya tidak memberi informasi bahwa orang yang terjangkit penyakit Covid-19 itu pasti akan meninggal. Hal tersebut, menurut dia, tidak layak untuk diberitahukan kepada anak.

Menurut Rose, orang tua perlu memahami informasi utuh tentang Covid-19 bahwa penderitanya rata-rata mengalami gejala ringan. Orang yang terinfeksi virus corona tipe baru itu dapat sembuh.

"Tegaskan pula bahwa orang yang terkena virus sudah ada buktinya yang sembuh," katanya.

0 coment�rios:

CORONA Sebagian orang bilang lebih bahaya Koro-koroang, itu karena mereka tdk mengilmui Corona. Corona ya corona, Tdk akan sa...

Corona Ya Corona

CORONA

Sebagian orang bilang lebih bahaya Koro-koroang, itu karena mereka tdk mengilmui Corona.

Corona ya corona,
Tdk akan sama dan tidak bijak jika dibanding bandingkan.

Kini Corona menjadi tranding, pembicaraan hangat seluruh umat manusia.
Meski, dalam penyikapan tiap insan beragam versi.

Corona ya corona,
Kenali dia sebagaiman dia,
Jgn Kau buat corona marah akibat salah mengenalnya.

Sikapi corona dgn bijak,
Pemerintah semaksimal mungkin telah berbuat,
Tak ada satu pun diantara kita yg menginginkan keadaan ini,
Akan tetapi, inilah hal bijak yg musti dilakukan.
Samikna wa ato'na (kami dengar dan kami taat)

All is well ( semuanya akan baik2 saja)
Badai pasti berlalu,

#Selamatharipuisi

0 coment�rios:

Pemberian nama pada setiap jenis tanaman yang ada di lingkungan sekolah terkadang dianggap remeh dan tidak ber manfaat. Apalagi ...

Pemberian Label Nama Pada Tanaman Sebagai Bentuk Edukasi Kepada Peserta Didik

Pemberian nama pada setiap jenis tanaman yang ada di lingkungan sekolah terkadang dianggap remeh dan tidak ber manfaat. Apalagi dengan segudang tugas-tugas guru yang menunggu untuk segera di selesaikan tentunya akan membuat sebagian guru malas membuat kan papan nama-nama jenis tanaman yang ada di sekolah nya. Padahal jika kita renungkan dari manfaat ada nya papan nama itu dapat menjadi media edukasi bagi siswa loh.

Papan nama tanaman biasa nya dilekatkan pada tanaman tersebut, penamaan tersebut disertakan dengan nama latinnya. Dilekatkan dengan ukuran tertentu yang memungkinkan siswa dapat membacanya dengan intrik perpaduan warna yang menarik atau mencolok. 

Ternyata, ketika siswa membacanya baik dengan menyimak, huruf demi huruf atau pun dengan sepintas. Secara tidak langsung hasil bacaannya itu tersimpan dalam alam bawah sadar nya, dan jika hal itu dilakukan berulang-ulang kali maka pengetahuan itu akan melekat pada diri siswa. Tanpa siswa sadari ternyata kita telah memintanya untuk menghafalkan nama-nama latin tanaman. Metode ini tergolong mudah untuk dilakukan siswa ketimbang kita memintanya menghafalkan di dalam kelas. 

Ini adalah tehnik mengkonstruk siswa melalui alam bawah sadar mereka tanpa mereka tahu bahwa telah terjadi proses pembelajaran. 
Teknik ini juga efektif digunakan ketika anda memiliki program kerja yang menurut anda sangat bagus namun atasan atau rekan anda menolaknya. Lakukanlah tehnik ini, seminggu sekali sampaikan bahwa saya punya program seperti ini dan itu. Jika masih ditolak, oke hentikan pembicaraan, diskusikan hal lainnya. Minggu berikutnya, sampaikan lagi program anda, jika masih ditolak, hentikan pembicaraan, diskusikan hal lainnya. Hingga pada saatnya informasi yg anda berikan itu tertanam pada alam bawah sadarnya, dan ketika Ia mencari ide, maka ide yg tertanam pada alam bawah sadarnya lah yg mencuak dan akan menemui anda. 

0 coment�rios:

Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etik...

Adiwiyata SD Negeri Timbuseng II

Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita-cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup.

Sekarang ini hampir semua sekolah menerapkan Program Adiwiyata pada aktivitas kesehariannya. Tentunya itu merupakan efek dari Peraturan Menteri dan Peraturan  Pemerintah Daerah. Hal itu bisa terlihat melaui kegiatan-kegiatan di sekolah, baik administrasi maupun kegiatan-kegiatan esktrakulikuler. Begitu pun yang terjadi di SD Negeri Timbuseng II telah melakukan banyak upaya dalam menyukseskan program adiwiyata ini, sejak tahun 2018 hingga saat ini tahun 2020. Dalam penerapannya, Tim Adiwiyata SD Negeri Timbuseng II memegan 3 prinsip, sebagaimana peraturan Kementerian Lingkungan Hidup yaitu ;


  1. Edukatif ; Prinsip ini mendidik programer Adiwiyata untuk mengedepankan nilai-nilai pendidikan dan pembangunan karakter peserta didik agar mencintai lingkungan hidup, baik lingkungan dalam sekolah, di rumah dan di masyarakat luas.
  2. Partisipatif ; Komunitas sekolah harus terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggungjawab dan peran.Partisipatif ini juga merupakan sebuah sikap yang harus dituntujukkan kepada lingkungan sekitar sekolah dari komite sampai pemerintahan setempat, harus dilibatkan, agar pelestarian lingkungan hidup dari sekolah bisa berdampak ke lingkungan sekitar
  3. Berkelanjutan: Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif dan berkesinambungan.

Meskipun program adiwiyata ini memiliki bentuk penghargaan yg pencapaiannya pun bertahap, bukan berarti bahwa penerapan adiwiyata di sekolah hanya sekedar formalitas dengan kepentingan mendapat pengharagaan, dan lantas nama sekolah pun menjadi naik dan baik. Jika demikian maka substansi adiwiyata akan tidak tercapai, dan semua nya menjadi sia-sia belaka.
Substansi dari program adiwiyata adalah menciptakan peserta didik yg sadar, ikut serta, dan mencegah kerusakan Lingkungan. Tentunya efek dari semua itu adalah terciptanya Lingkungan yg asri, nyaman dan sehat di lingkungan sekolah. 

Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata, maka ditetapkan 4 (empat) komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah;

a. Kebijakan Berwawasan Lingkungan
Sekolah mengeluarkan kebijakan tentang perhatian kepada lingkungan baik berupa Surat Keputusan maupun yg termuat ke dalam tata tertib sekolah. Kebijakan berwawasan lingkungan ini dapat kita lihat dari Visi-Misi dan Tujuan sekolah,  dan aturan-aturan lainnya  seperti larangan merokok, penerapan kantin sehat, penerapan aturan membawa tapper were, dan larangan membuang sampah sembarangan.

b. Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan
Hal ini bisa kita lihat dari kurikulum pembelajaran di sekolah memuat  upaya-upaya kegiatan yg bertemakan lingkungan, baik menyelipkan kegiatan pada silabus pembelajaran dan Rancangan Program Pembelajaran. Ataukah dalam kurikulum mencantumkan muatan lokal mata pelajaran Pendidikan Lingkungan. 

c. Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif
Pada tahapan ini seluruh aspek sekolah terlibat dalam gerakan peduli lingkungan. Tim adiwiyata sekolah akan merancang kegiatan-kegiatan di sekolah yg melibatkan siswa,guru, orangtua murid dan masyarakat setempat. Seluruh kegiatan berlangsung dengan bertemakan peduli lingkungan, mengajak Orangtua Murid terlibat aktif, dan komite sekolah menjalin kerja sama dengan instansi-instansi terkait  perihal program kegiatan yg ada kaitannya dengan lingkungan hidup.

d. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan. 
Ini adalah tahapan terakhir yakni pengelolaan sarpras. Sarana di sekolah disiapkan untuk menyukseskan kegiatan-kegiatan yang edukatif kepada siswa-siswi di sekolah. Misalnya Green House, memungkinkan siswa-siswi untuk belajar cara membibit tanaman, merawat tanaman, dan memindahkannya. Penyediaan tempat sampah, sebagai media edukatif  bagi siswa akan kesadaran membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Penerapan program adiwiyata ke dalam sekolah ini sangat bagus buat siswa-siswi kita dan mustinya dijalankan secara terus menerus dan berkesinambungan. Olehnya itu seluruh Stockholder SD Negeri Timbuseng II musti saling bahu-membahu dan  bekerjasama dalam menyukseskan program adiwiyata. [HS]

0 coment�rios: