Informasi Seputar Pendidikan Sekolah Dasar

MAKASSAR, WARTA PENDIDIKAN — 05 Mei 2026 Kepedulian terhadap lingkungan hidup terus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Hal ini terl...

Wujudkan Sekolah Asri, Siswa SDN Timbuseng II Aktif Kelola Bank Sampah Setiap Hari

MAKASSAR, WARTA PENDIDIKAN — 05 Mei 2026
Kepedulian terhadap lingkungan hidup terus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Hal ini terlihat nyata di UPT SPF SDN Timbuseng II, di mana para siswa secara rutin menjalankan program Bank Sampah Sekolah sebagai bagian dari aktivitas harian mereka.
[Foto Kegiatan Siswa : Siswa sedang 
memilah dan menyetor sampah ke Petugas 
Bank Sampah]
Siswa UPT SPF SDN Timbuseng II 
melakukan penyetoran sampah rutin 
berdasarkan kategori organik dan 
non- Oerganik di lokasi Bank Sampah 
sekolah.
Setiap pagi, suasana di area Bank Sampah sekolah tampak ramai. Siswa yang bertugas piket kebersihan kelas tidak hanya menyapu ruangan, tetapi juga bertanggung jawab membawa sampah hasil pilahan kelas mereka untuk disetorka. Sampah-sampah tersebut dipisahkan dengan teliti ke dalam dua kategori utama: organik dan non-organik.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa sistem ini bertujuan untuk membangun karakter disiplin dan rasa tanggung jawab siswa terhadap limbah yang mereka hasilkan sendiri. "Kegiatan ini dilakukanoleh masing-masing kelas setiap harinya. Siswa piket yang bertanggung jawab memastikan sampah kelas mereka sampai di titik pengolahan," ujar salah satu perwakilan sekolah.

Siklus Pengolahan Sampah:
Organik: Diolah menjadi pupuk melalui
komposter.
Non-Organik: Didaur ulang atau dijadikan media
pembelajaran kreatif.

Tidak berhenti pada tahap pengumpulan, pengelola Bank Sampah Sekolah kemudian melakukan tindak lanjut yang komprehensif. Sampah organik diserahkan kepada tim pengelola komposter untuk diolah menjadi pupuk organik yang nantinya digunakan untuk menyuburkan tanaman di taman sekolah.

Sementara itu, sampah non-organik seperti botol plastik dan kemasan bekas tidak dibuang begitu saja. Barang-barang ini ditampung untuk kemudian dimanfaatkan kembali. Selain dijual ke pengepul untuk menambah dana sekolah, sebagian besar sampah plastik diubah menjadi media pembelajaran kreatif oleh para guru dan siswa.

Langkah inovatif ini diharapkan dapat menjadikan UPT SPF SDN Timbuseng II sebagai role model sekolah berbasis lingkungan (Adiwiyata), di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna dan nilai edukasi tinggi.







0 coment�rios: