Informasi Seputar Pendidikan Sekolah Dasar

UPT SPF SDN TIMBUSENG II, 07 Mei 2026 – Suasana ruang kelas 4A pada Kamis siang ini tampak berbeda dari biasanya. Lantai kelas dihiasi deng...

Kreativitas Tanpa Batas: Siswa Kelas 4A Ubah Sampah Plastik Menjadi Vas Bunga Cantik

UPT SPF SDN TIMBUSENG II, 07 Mei 2026 – Suasana ruang kelas 4A pada Kamis siang ini tampak berbeda dari biasanya. Lantai kelas dihiasi dengan potongan-potongan plastik berwarna-warni, bukan sebagai sampah, melainkan sebagai bahan baku karya seni. Di bawah bimbingan langsung wali kelas, Ibu Andriani, S.Pd., para siswa tengah asyik mengikuti pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) yang kreatif sekaligus edukatif.

Pelajaran SBK kali ini mengambil tema peduli lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas. Salah satu karya yang paling mencuri perhatian adalah sebuah vas bunga lengkap dengan bunganya yang mekar indah, hasil kreativitas salah satu siswa kelas 4A. Menariknya, seluruh bagian dari karya tersebut dibuat dari limbah kantong kresek bekas.

Mengintegrasikan Nilai Peduli Lingkungan

Ibu Andriani menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tugas keterampilan tangan, melainkan upaya sekolah untuk menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan sejak dini.

"Kami mengintegrasikan mata pelajaran SBK dengan pendidikan karakter peduli lingkungan. Anak-anak diajak untuk melihat bahwa barang yang dianggap sampah, jika dikelola dengan kreativitas, bisa memiliki nilai estetika dan manfaat kembali," ujar Ibu Andriani di sela-sela kegiatan belajar mengajar.

Proses Panjang Menuju Karya Indah

Bahan-bahan yang digunakan oleh siswa tidak dibeli baru, melainkan dikumpulkan dari rumah masing-masing serta diambil dari Bank Sampah sekolah. Untuk memastikan kebersihan dan higienitas, para siswa melakukan beberapa tahapan proses:

  1. Pembersihan: Kantong kresek bekas dicuci bersih terlebih dahulu.

  2. Pengeringan: Plastik yang telah dicuci dijemur hingga benar-benar kering.

  3. Pembuatan Pola: Siswa mengukur dan membuat pola kelopak bunga dan bagian vas secara teliti.

  4. Pemotongan & Perangkaian: Pola digunting lalu dirangkai satu per satu hingga membentuk kuntum bunga yang rimbun dan vas yang kokoh.

  5. Finishing: Karya dihias sedemikian rupa dengan ornamen tambahan agar tampil makin menawan.

Hasil Karya yang Menginspirasi

Hasilnya sungguh luar biasa. Vas bunga berwarna kuning cerah dengan hiasan kupu-kupu dan bunga kecil tersebut tampak sangat serasi dengan bunga-bunga plastik berwarna ungu, merah, biru, dan putih di atasnya.

Karya ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bahan bukan menjadi penghalang bagi siswa untuk berkreasi. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para siswa kelas 4A tidak hanya mahir dalam keterampilan seni, tetapi juga menjadi pelopor gerakan "Zero Waste" atau bebas sampah di lingkungan sekolah.

Semoga semangat kreatif dari kelas 4A ini dapat menginspirasi seluruh warga sekolah untuk terus menjaga kebersihan bumi kita!

Penulis: Tim Jurnalis Sekolah 
Foto: Dokumentasi Kegiatan Kelas 4A

0 coment�rios:

  MAKASSAR – (07/05) Ada pemandangan berbeda di meja-meja kayu kelas 2A UPT SPF SDN Timbuseng II pagi ini. Bukan tumpukan buku teori yang ...

Mengubah Limbah Menjadi Karya: Aksi Kreatif Siswa Kelas 2A SDN Timbuseng II dalam Kampanye Peduli Lingkungan

 MAKASSAR(07/05) Ada pemandangan berbeda di meja-meja kayu kelas 2A UPT SPF SDN Timbuseng II pagi ini. Bukan tumpukan buku teori yang terlihat, melainkan botol plastik bekas, tutup botol warna-warni, dan sedotan yang berserakan. Namun jangan salah sangka, ini bukanlah sampah, melainkan "bahan baku" masa depan di tangan para inovator cilik.

Salah satu produk yang dihasilkan oleh siswa

Di bawah bimbingan wali kelas, Ibu Nurhayati, S.Pd., para siswa sedang asyik menyulap barang bekas menjadi mainan mobil-mobilan yang unik. Kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan wujud nyata integrasi pembelajaran dengan nilai-nilai peduli lingkungan.

Dari Bank Sampah ke Meja Kreativitas

Yang membuat kegiatan ini istimewa adalah asal-usul bahannya. Seluruh material diperoleh dari Bank Sampah Sekolah. Hal ini mengajarkan siswa sejak dini bahwa barang yang dianggap tidak berharga bisa menjadi produk yang memiliki nilai guna kembali (upcycling).


"Kami ingin menanamkan pola pikir bahwa sampah bukanlah akhir dari segalanya. Dengan sedikit kreativitas, anak-anak bisa membantu mengurangi beban lingkungan sekaligus mengasah kemampuan motorik dan kognitif mereka," ujar Ibu Nurhayati di sela-sela memandu siswanya.

Belajar Sambil Bermain

Melalui pembuatan mainan ini, siswa kelas 2A belajar banyak hal secara bersamaan:

  • Sains Sederhana: Memahami bagaimana roda (tutup botol) dan poros (sedotan/tusuk) bekerja agar mobil bisa meluncur.

  • Pendidikan Karakter: Melatih kesabaran, ketelitian, dan kerja sama antar teman.

  • Literasi Lingkungan: Memahami konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) secara praktik, bukan sekadar hafalan.

Harapan Besar dari Langkah Kecil

Langkah kecil yang dilakukan di kelas 2A ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga sekolah. Dengan memanfaatkan limbah botol plastik, SDN Timbuseng II membuktikan bahwa pendidikan lingkungan hidup bisa disampaikan dengan cara yang sangat menyenangkan.

Siswa kelas 2A sedang merakit mobil-mobilan dari botol plastik bekas.

Tengok saja raut wajah bangga para siswa saat mobil-mobilan buatan mereka berhasil berdiri tegak dan siap "berbalapan" di lantai kelas. Sebuah senyum kemenangan untuk bumi yang lebih hijau.

Penulis: Heri Sitakka 
Dokumentasi: Kegiatan Kelas 2A UPT SPF SDN Timbuseng II

0 coment�rios:

 Timbuseng, 6 Mei 2026 — Suasana belajar di kelas 5B UPT SPF SDN Timbuseng II tampak berbeda pada Rabu (06/05). Para siswa terlihat antusia...

Siswa Kelas 5B UPT SPF SDN Timbuseng II Kreatif Olah Kertas Bekas Jadi Kincir Angin

 Timbuseng, 6 Mei 2026 — Suasana belajar di kelas 5B UPT SPF SDN Timbuseng II tampak berbeda pada Rabu (06/05). Para siswa terlihat antusias dan fokus saat mengikuti kegiatan praktik membuat kerajinan tangan berupa kincir angin dari bahan kertas bekas.

Kincir Angin buatan siswa kelas 5B dipajang pada area bank sampah sekolah 

Kegiatan ini dipandu langsung oleh guru kelas, Ardiansyah, S.Pd., sebagai bagian dari pembelajaran yang mengintegrasikan kreativitas siswa dengan nilai kepedulian terhadap lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak untuk memanfaatkan kertas bekas menjadi karya yang bernilai guna dan menyenangkan.

Siswa memarkan gulungan kertas bekas
Dengan penuh semangat, para siswa memotong, melipat, dan merangkai kertas hingga menjadi kincir angin berwarna-warni. Selain melatih keterampilan motorik dan kreativitas, kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa sampah dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Tampak mereka dengan semangat memotong dan merangkai kertas

“Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti memanfaatkan barang bekas,” ujar Ardiansyah.

Siswa memamerkan hasil karya dengan bangga

Hasil karya siswa kemudian dikumpulkan dan dipamerkan di bank sampah sekolah. Pameran ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa lain untuk lebih peduli terhadap lingkungan serta berani berkreasi dari barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkan nilai-nilai peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

1 coment�rios:

Makassar-(05/05/2026)  Suasana di Panggung Aksi UPT SPF SDN Timbuseng II tampak berbeda dari biasanya pada Kamis pagi (10.00 – 12.00 WITA). ...

Kreativitas Tanpa Batas: Siswa Kelas 3B SDN Timbuseng II Ubah Botol Plastik Jadi Kincir Angin

Makassar-(05/05/2026) Suasana di Panggung Aksi UPT SPF SDN Timbuseng II tampak berbeda dari biasanya pada Kamis pagi (10.00 – 12.00 WITA). Puluhan siswa-siswi kelas 3B berkumpul dengan penuh antusias, membawa botol plastik bekas yang telah mereka siapkan. Bukan untuk dibuang, melainkan untuk disulap menjadi mainan kincir angin yang edukatif dan penuh warna.

Keceriaan siswa kelas 3B saat menunjukkan bahan botol plastik yang siap didaur ulang di Panggung Aksi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sekolah dalam menanamkan nilai-nilai lingkungan hidup sejak dini. Dengan bimbingan yang telaten, para siswa belajar memotong dan merakit botol-botol tersebut menjadi kincir yang dapat berputar saat tertiup angin.

Ibu Srirahayu, S.Pd, selaku Wali Kelas 3B yang mendampingi langsung kegiatan ini, menyampaikan bahwa tujuan utama dari aksi ini adalah untuk memantik motivasi siswa. "Kami ingin anak-anak mulai melihat barang bekas bukan sebagai sampah, tetapi sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali melalui kreativitas," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Turut hadir memantau kegiatan, Bapak Heri Ismawanto, S.Pd, selaku Ketua Tim Adiwiyata UPT SPF SDN Timbuseng II. Beliau memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif kelas 3B. Menurutnya, pemanfaatan botol plastik menjadi kincir angin adalah langkah nyata dalam mendukung visi sekolah Adiwiyata yang peduli dan berbudaya lingkungan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi tidak hanya membawa pulang mainan baru, tetapi juga membawa pulang kesadaran akan pentingnya menjaga bumi dengan cara yang menyenangkan.


Sampah plastik? Bukan masalah, kami jadikan karya!

#UPTSPFSDNTimbusengII 
#SekolahAdiwiyata 
#DaurUlang 
#KreativitasSiswa 
#KincirAnginEdukasi

0 coment�rios:

MAKASSAR, WARTA PENDIDIKAN — 05 Mei 2026 Kepedulian terhadap lingkungan hidup terus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Hal ini terl...

Wujudkan Sekolah Asri, Siswa SDN Timbuseng II Aktif Kelola Bank Sampah Setiap Hari

MAKASSAR, WARTA PENDIDIKAN — 05 Mei 2026
Kepedulian terhadap lingkungan hidup terus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Hal ini terlihat nyata di UPT SPF SDN Timbuseng II, di mana para siswa secara rutin menjalankan program Bank Sampah Sekolah sebagai bagian dari aktivitas harian mereka.
[Foto Kegiatan Siswa : Siswa sedang 
memilah dan menyetor sampah ke Petugas 
Bank Sampah]
Siswa UPT SPF SDN Timbuseng II 
melakukan penyetoran sampah rutin 
berdasarkan kategori organik dan 
non- Oerganik di lokasi Bank Sampah 
sekolah.
Setiap pagi, suasana di area Bank Sampah sekolah tampak ramai. Siswa yang bertugas piket kebersihan kelas tidak hanya menyapu ruangan, tetapi juga bertanggung jawab membawa sampah hasil pilahan kelas mereka untuk disetorka. Sampah-sampah tersebut dipisahkan dengan teliti ke dalam dua kategori utama: organik dan non-organik.

Pihak sekolah menjelaskan bahwa sistem ini bertujuan untuk membangun karakter disiplin dan rasa tanggung jawab siswa terhadap limbah yang mereka hasilkan sendiri. "Kegiatan ini dilakukanoleh masing-masing kelas setiap harinya. Siswa piket yang bertanggung jawab memastikan sampah kelas mereka sampai di titik pengolahan," ujar salah satu perwakilan sekolah.

Siklus Pengolahan Sampah:
Organik: Diolah menjadi pupuk melalui
komposter.
Non-Organik: Didaur ulang atau dijadikan media
pembelajaran kreatif.

Tidak berhenti pada tahap pengumpulan, pengelola Bank Sampah Sekolah kemudian melakukan tindak lanjut yang komprehensif. Sampah organik diserahkan kepada tim pengelola komposter untuk diolah menjadi pupuk organik yang nantinya digunakan untuk menyuburkan tanaman di taman sekolah.

Sementara itu, sampah non-organik seperti botol plastik dan kemasan bekas tidak dibuang begitu saja. Barang-barang ini ditampung untuk kemudian dimanfaatkan kembali. Selain dijual ke pengepul untuk menambah dana sekolah, sebagian besar sampah plastik diubah menjadi media pembelajaran kreatif oleh para guru dan siswa.

Langkah inovatif ini diharapkan dapat menjadikan UPT SPF SDN Timbuseng II sebagai role model sekolah berbasis lingkungan (Adiwiyata), di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna dan nilai edukasi tinggi.







0 coment�rios: